Ah, penyesalan yang dalam banget ya. Rasanya kayak dada ini sesak, pengin marah sama diri sendiri tapi ujung-ujungnya malah nyalahin terus. Aku ngerti banget perasaan itu. Tapi coba deh tarik napas dulu. Penyesalan itu sebenarnya cuma tanda kalau kamu sekarang lebih bijak dari versi kamu yang dulu. Versi kamu yang sekarang bisa lihat kesalahan itu, berarti kamu udah belajar. Kalau kamu masih orang yang sama persis kayak dulu, kamu nggak akan ngerasa menyesal. Yang sering bikin orang terpuruk itu bukan penyesalannya, tapi kebiasaan muter ulang kejadian di kepala. "Andai tadi aku..." — stop. Nggak ada gunung waktu buat balik ke masa lalu, tapi ada banyak banget jalan di depan. Coba tulis di kertas: apa yang sebenarnya kamu sesali, apa yang bisa kamu perbaiki sekarang, dan apa yang harus kamu ikhlaskan karena memang di luar kendali. Pisahkan tiga hal itu. Kamu bakal kaget, ternyata masih banyak yang bisa diperbaiki. Dan ingat, orang yang nggak pernah salah itu cuma orang yang nggak pernah berani hidup. Kamu berani mencoba, dan itu udah lebih berani dari banyak orang. Peluk dirimu sendiri hari ini, ya. Kamu pantas buat dimaafkan — terutama sama dirimu sendiri.